Fakta Menarik Hewan Platipus Yang Unik

Fakta Menarik Hewan Platipus Yang Unik

Redg –┬áPlatipus adalah sejenis hewan yang memiliki paruh tetapi tidak termasuk dalam kelompok burung dan burung. Meski tergolong mamalia, namun proses pemeliharaan hewan jenis ini berbeda dengan hewan lainnya. Platipus berkembang biak dengan bertelur, namun hewan ini tetap mengasuh anaknya seperti mamalia yang biasa kita lihat pada umumnya.

Selain merupakan ras yang unik, hewan ini juga memiliki bentuk tubuh yang sangat khas. Hewan ini memiliki nama latin yaitu Ornithorhynchus anatinus, memiliki tubuh berbulu seperti berang-berang, dan memiliki ekor yang mirip dayung. Hewan ini memiliki 4 kaki yang bercakar, namun hewan ini memiliki paruh seperti bebek. Oleh karena itu, hewan ini dikenal sebagai platipus berparuh bebek.

Hewan ini hanya hidup di Australia dan merupakan hewan endemik. Seperti koala dan kanguru, hewan ini merupakan simbol satwa liar Australia dan ditemukan pada koin 20 sen Australia. Ada banyak desas-desus bahwa hewan-hewan ini terancam punah karena kekeringan berkepanjangan di Australia dan baru-baru ini terjadi kebakaran hutan yang ekstrem.

Awalnya, hewan ini ditemukan di Pegunungan Alpen Australia dan Tasmania yang terletak di dataran tinggi hingga dataran rendah yang terletak di dekat laut.Hewan ini banyak ditemukan di sungai-sungai Australia bagian timur yang umumnya mengalir dari arah timur dan barat. Untuk lebih mengetahui dan memahami bagaimana proses perkembangbiakan hewan ini, berikut penjelasannya:

Hewan ini dapat bertahan hidup hingga 23 tahun di penangkaran. Platipus muda biasanya memulai musim kawin saat memasuki tahun kedua. Untuk platipus betina, masa kehamilan adalah 21 hari. Hewan ini bertelur selama tiga hari kemudian mengerami telur yang menetas selama 10 hari hingga telur menetas dengan sendirinya.

Setelah telur menetas, platipus betina segera menyusui bayinya selama 3-4 bulan hingga bayi tersebut dapat berenang dan mencari makan sendiri. Umumnya, malam di darat adalah saat platipus mencari makan. Dan untuk makanan utama hewan tersebut adalah larva, kerang, serangga dan cacing lumpur.

Bukan hanya tanah tempat mereka mencari makan. Hewan ini mencari dan berburu makanan di bawah air, hanya membutuhkan waktu 1-2 menit untuk menangkap dan mengambil hewan kecil yang terdapat di dasar sungai. Sebelum dikunyah untuk dimakan, hewan yang dikumpulkan tadi terlebih dahulu dipegang di paruhnya.

Fakta menarik tentang platipus

1. Bingung dengan hewan palsu

Pada tahun 1799, di awal penemuannya, hewan ini pertama kali disamakan dengan hewan palsu atau binatang, karena bentuknya yang aneh dan unik. Hewan ini digambarkan atau digambarkan memiliki paruh dan kaki seperti bebek, kemudian ekor, badan, dan bulu menyerupai berang-berang. Itulah mengapa banyak yang meragukan dan tidak percaya akan keaslian hewan ini.

George Shaw, sebagai penemu Platypus, pertama kali memberinya nama Latin Platypus Anatinus dan menjulukinya bebek berparuh datar. Namanya kini berubah menjadi Ornithorhynchus Anatinus. Hewan ini adalah satu-satunya genus yang masih hidup.

2. Mamalia beracun

Mamalia platipus jantan memiliki racun di pergelangan kakinya. Namun, platipus betina tidak menemukan racun. Umumnya hewan ini menggunakan bisanya untuk melumpuhkan pejantan lain selama masa kawin agar dapat bereproduksi.

3. Memiliki 10 kromosom kelamin

Pada umumnya mamalia hanya memiliki satu pasang kromosom untuk menentukan jenis kelaminnya. Berbeda dengan hewan tersebut, terdapat 5 pasang kromosom dan total 10 kromosom seks pada tubuh hewan ini.

4. Tidak memiliki gigi

Karena hewan ini tidak memiliki gigi, maka untuk membantu mengunyah makanan hewan ini menggunakan kerikil dan pasir dari dasar sungai.

5. Platipus memiliki tubuh yang besar

Untuk saat ini, ukuran platipus hanya sekitar 40 cm saja. Namun menurut penelitian, diperkirakan sekitar 5-10 juta tahun yang lalu, terdapat platipus yang berukuran 2 kali lebih besar, bahkan hewan ini dilengkapi dengan gigi yang dapat mengunyah hewan lain.

Buktinya adalah ditemukannya fosil gigi platipus raksasa di Queensland, Australia. Dari temuan tersebut, terlihat bahwa hewan mirip bebek ini awalnya memiliki tubuh dua kali lebih besar dari platipus saat ini.

Referensi:

Berita Riau